46 perusahaan di Kab. Malang dalam pengawasan Disnaker

Malang,Jumat -46 perusahaan menengah dan kecil di Kabupaten Malang saat ini berada di bawah pengawasan Disnaker. Pasalnya, Perusahaan tersebut belum memberikan tunjangan hari raya kepada karyawan. jika perusahaan tersebut tidak memberikan hak karyawan maka perusahaan tersebut terancam pidana sesuai dengan Permenaker nomor 4 tahun 1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja di perusahaan. Dalam Permenaker tersebut ditegaskan bahwa PENGUASAHA WAJIB MEMBERIKAN THR BAGI PEKERJANYA SEBESAR 1 KALI UPAH. PEMBERIAN THR DIMAKSUD SELAMBAT2NYA 7 HARI SEBELUM HARI RAYA. (Kompas)

12 Tanggapan

  1. Secara faktuil, dinas tenaga kerja kurang mumpuni menghadapi ”pengusaha nakal” yang notabene lebih piawai dalam memainkan celah kelemahan hukum ketenagakerjaan. hal ini disebabkan oleh tumpulnya ilmu pengetahuan hukum personil disnaker. Penegakan hukum tenaga kerja berkecenderungan pada hasil baca dari bunyi kalimat dalam peraturan perundangan saja alias leterlijk dan kadang mengarah pada hal yang bersifat zakelijk. Tentang bagaimana harus menerjemahkan suatu kondisi hukum, disnaker tidak mempunyai kemampuan untuk itu. Tepatnya, pemahaman pengetahuan hukum minimun pun masih bukan level disnaker. Hal ini patut disayangkan mengingat mereka selalu bergelut dengan masalah ini sebagai makanan harian. Tetapi anehnya, tidak ada upaya untuk mengasah ketumpulan pengetahuan hukum. Bisa saja kitab hukum tenaga kerja selalu berada dalam tas kerja, tetapi filosofi hukum itu sendiri tidak pernah mereka kenal. Disnaker terlalu angkuh untuk mau berguru pada ahlinya. Sungguh suatu ironi yang teramat memilukan.

  2. ada gak perusahaan di malang yang mempekerjakan anak

  3. halo mas begawan kayaknya interest ma buruh ya,tapi kenapa gak disertai data-data yang bisa dipertanggungjawabkan.

  4. alow Sam Sandi Kami bukan begawan yang hanya peduli dengan kaum buruh, tapi kami peduli dengan Malang Raya.

    Untuk berita tersebut berasal dari media massa Kompas 26 oktober 2007 (terlampirkan di bawah tulisan) coba sampeyan cek di situs resminya. mungkin mereka memiliki data-data yang Sam Sandy butuhkan atau menghubungi kepihak yang bersangkutan seperti Disnaker Kabupaten Malang (coba link aja langsung di blogroll) tentang adanya berita tersebut. Apabila ada kesalahan tulisan kami

    kami sangat berterima kasih atas masukannya.

  5. halo bang sandy,
    saya bukan cuma interest pada kaum buruh saja, tetapi jg sebagaimana yang disampaikan cak kintung di atas. Bahkan saya jg amat perduli dengan peranan disnaker. Saya memiliki teramat banyak data untuk mengatakan tentang tumpulnya profesionalisme disnaker (secara umum) dalam menyikapi permasalahan perburuhan. Hal itu bahkan dimulai sejak terbukanya sebuah konsultasi, sharing, sikap dan penanganan teknis masalah perburuhan. Sering personil teknis disnaker klenger lebih dulu hanya pada tingkat pemahaman kasus yang diajukan kepadanya. Lagi-lagi sumbernya ya cuma karena tidak ngerti hukum secara benar. Yang paling tidak disadari oleh pegwai teknis disnaker adalah, masuk dalam kelompok mana hukum perburuhan tersebut, apakah kelompok hukum pidana atau perdata? Sifat unik hukum perburuhan ini juga menjadi faktor kesekian yang ”gatot” (gagal total) di pahami oleh disnaker. Penemuan hukum baru, adalah bagian dari tugas pegawai teknis disnaker dalam manangani masalah perburuhan jika dalam peraturan perburuhan tidak diatur dengan tegas. Tetapi siapa yang sudah menemukan hukum baru tersebut dengan didukung oleh dasar hukum yang layak dalam penanganan berbagai kasus perburuhan? Faktanya, orang-orang yang memang handal dan profesional dalam penanganan masalah perburuhan betul2 super langka. Kadang institusi pemerintah pun hampir selalu tidak mampu mengikuti cara kerja dan cara pikir orang2 profesional tersebut. Ok bang sandy, jk memang tumbuh motivasi kuat dalam diri disnaker untuk menjadi professional leader dengan pemahaman tinggi dan peka dalam rangka penegakan hukum di bidang perburuhan, tak perlu ragu belajar dan menguras ilmu dari para ahlinya. Dan sebetulnya itu mudah jika disnaker dan pemerintah memiliki keperdulian pada para pegawainya yang mumpuni. Masalahnya, dikemanakan kini oleh pemerintah pegawai-pegawai yang hebat tersebut?

  6. kapan disnaker berpihak kepada masyarakat? kalau gak njewer pengusaha nakal

    outsourchinng … anda setuju?

    http://www.fokusoha.com

  7. Wah,wah,wah,,,,,, masalah buruh emang makin anget aja.tapi saya se7 sama mas begawan .cos itu sudah terbukti dengan adanya kasus buruh ADIPUTRO Karoseri di kota MALANG yang sampai saaat ini DISNAKER ga bisa menyelesaikanya”ADA APA DENGAN DISNAKER” Kita semua cuma butuh bukti,,KENYATAAN,,

  8. Mas… tanya…?
    ada ndak salah satu perusahaan di Malang yang menerima anak PKL .. khusus untuk bidang IT …???

  9. saya jadi romusha di SPBBE /elpiji dg gaji 25 rb/hari dari jam 7.30 s/d 16.30 .tanpa fasilitas termasuk asuransi .tanpa ikatan apa apa. normalkah etika kerja di prusahaan ini dgn gaji jauh di bawah UMR

  10. pusing jugs mokirin maslah buruh terutama buruh kontrak yang sangat dirugikam. semakin memperdalm skripsi saya semakin menakutkan melihat fakta sebentar lg saya akan mengalami hal itu. moga kesejahteraan buruh kontrak lebih diperhatikan lagi……aminnnn

  11. mohon info tempat praktek lapang ya….
    khususnya di laboratorium.

  12. Berapakah pembayaran gaji bagi pekerja buruh produksi (Outsourcing dan Non Outsourcing) di PT Gatra Mapan Malang?

    Kami mohon dibantu informasinya?

    Thanks,
    Nice day

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: