Desember, Terminal Baru Dibangun

Dinas Kimpraswil Kota Malang melanjutkan rangkaian pembangunan jalan lintas timur (jalitim). Kali ini, yang bakal digarap adalah rehab Terminal Tlogowaru dari tipe C menjadi terminal tipe B. Rehab dilakukan mulai Desember mendatang. Terminal yang pembangunannya diperkirakan menelan dana Rp 49 miliar itu akan menjadi pengganti Terminal Gadang.(jawapos) Dinas Kimpraswil Kota Malang melanjutkan rangkaian pembangunan jalan lintas timur (jalitim). Kali ini, yang bakal digarap adalah rehab Terminal Tlogowaru dari tipe C menjadi terminal tipe B. Rehab dilakukan mulai Desember mendatang. Terminal yang pembangunannya diperkirakan menelan dana Rp 49 miliar itu akan menjadi pengganti Terminal Gadang.

Sebelumnya, pemkot telah merealisasikan pembangunan jalan tembus Gadang-Tlogowaru sepanjang 2 kilometer. Jalan berbandrol Rp 15 miliar itu selesai dibangun akhir 2006 lalu.

Ade Herawanto, Kabid Gedung Dinas Kimpraswil mengatakan, Terminal Gadang yang menyatu dengan Pasar Gadang dinilai sudah tidak layak. Selain lokasinya sempit, posisi terminal yang berdekatan dengan pasar dan tepat bersebelahan dengan perempatan rawan memunculkan kemacetan.

“Gadang sudah waktunya dipindah. Makanya kami bangunkan Tlogowaru di jalur lingkar,” ungkap Ade usai tahapan aanwijzing (penjelasan) dalam proses lelang, kemarin.

Menurut Ade, dalam PAK 2007 sudah dianggarkan Rp 2 miliar untuk pembangunan terminal tersebut. Tentunya, dana itu untuk pembangunan tahap awal, misalnya pondasi dan perataan tanah. Juga untuk pemagaran, pengurukan dan perkerasan tanah. “Rencananya dibangun dengan anggaran bertahap (multiyears) hingga 2009 mendatang,” ungkap Ade yang bakal menjadi penanggungjawab proyek besar tersebut.

Secara umum, terminal itu hampir mirip dengan Arjosari. Ada lokasi khusus untuk bus antar kota dalam propinsi (AKDP). Juga ada pemisah, ruang tunggu yang lebar dan nyaman, serta fasilitas pendukung lainnya. Rute yang mungkin dilayani antara lain Malang-Blitar, Malang-Tulungagung, Malang-Lumajang. “Bukan tidak mungkin nanti ada rute antar kota antar provinsi (AKAP),” ungkapnya.

Lokasi untuk angkot juga dibangun tersendiri. Jumlah angkot yang bisa ditampung bisa mencapai 500-an armada. Semua angkot yang sebelumnya masuk ke Terminal Gadang akan berpindah lokasi ke Tlogowaru. “Urusan teknisnya di dishub. Kami hanya membangun sesuai fungsi,” kata Ade.

Kapan pembangunan terminal usai?Ade memperkirakan 2009 nanti atau sesuai dengan rencana. “Ini masih dilelang dan mau dibangun. Semoga 2009 usai dan bisa segera difungsikan,” kata Ade.

Sementara, Mohan Katelu, politisi dapil (daerah pemilihan) Kedungkandang memandang pembangunan jembatan Kedungkandang dan pelebaran jalan juga harus masuk prioritas. Sebab dua pekerjaan itu menentukan fungsi jalitim ke depan.

Jembatan Kedungkandang di Jalan Mayjen Sungkono saat ini kondisinya kurang layak. Dengan sudut kemiringan tajam, kendaraan besar sulit untuk melintas. Ditambah jalan yang masih sempit, maka fungsi jalitim belum maksimal. “Kalau dikatakan apakah ideal atau tidak, jalitim belum ideal. Harus ada pembangunan dua pekerjaan itu,” katanya.(jawapos)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: