Tujuh Kali Curi Motor, Dibekuk

MALANG – Perburuan petugas Polres Malang membekuk pelaku curanmor (pencurian kendaraan bermotor) kawakan membuahkan hasil. Mono, 20, Dusun Bopong, Sumberputih, Wajak, akhirnya berhasil dibekuk petugas. Pria yang diketahui mendalangi aksi curanmor di sekitar Stadion Kanjuruhan Kepanjen itu, kini meringkuk di tahanan Mapolres Malang.

Tersangka dibekuk petugas kemarin malam sekitar pukul 21.00 di rumahnya. Dia dibekuk petugas setelah mencuri motor milik Bunari, 35, tetangganya, minggu lalu. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita satu unit kendaraan hasi curian jenis GL Max. Selain itu, petugas juga menyita satu buah kunci T yang diduga digunakan tersangka untuk menjalankan aksinya.

Kini, petugas sedang berusaha melacak keberadaan dua tekan tersangka. Yakni, AF, dan RD. Keduannya diketahui merupakan satu komplotan Mono dalam menjalankan aksi kejahatan. “Kasunya memang sedang kami kembangkan. Beberapa identitas pelaku yang terkuak dari pemeriksaan juga sedang kami buru,” kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Sunardi Riyono, saat ditemui kemarin.

Sunardi mengatakan, keberadaan tersangka memang sudah lama diincar petugas. Hanya saja, petugas masih kesulitan untuk membekuk tersangka. Apalagi, jaringan tersangka juga terlihat cukup rapi. Dari pemeriksaan sementara, Mono mengaku sudah tujuh kali melakukan aksi curanmor.

Dalam menjalankan aksi itu, dia mengaku selalu bertiga. Terkadang, dia bertugas mengambil motor. Terkadang juga dia bertugas menerima motor curian dan menyembunyikannya. “Kalau menjual saya tidak tahu. Itu sudah urusan teman saya,” katanya.

Dalam setiap aksi, Mono mengaku mendapatkan bagian berkisar antara Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Jatah yang diterima itu, sampai saat ini tidak ada yang tersisa. “Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kadang juga untuk mabuk dengan teman-teman,” akunya.

Sementara itu, pada aksi pencurian yang ketiga itu, Mono mengaku tidak kesulitan untuk membawa kabur motor milik tetangganya. Apalagi, motor yang sudah diincar itu di parkir di pekarangan rumah kunci ganda. Dengan mudah dia bisa membawa kabur motor milik tetangganya itu. “Motor memang belum saya jual. Ternyata saat pulang, saya sudah ditunggu petugas di rumah,” akunya.(jawapos)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: