Ya Ambles, Ya Longsor

Peta Rawan Bencana Kota Malang saat Musim Hujan
MALANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Malang beberapa hari terakhir memunculkan ancaman baru. Yakni amblesnya bahu jalan yang berakibat fatal bagi kendaraan bermotor. Amblesnya bahu jalan itu melengkapi ancaman lain berupa genangan air di beberapa ruas jalan, tanah longsor di bantaran sungai, dan pohon tumbang.

Bahkan, amblesnya bahu jalan itu kemarin memakan korban. Sebuah truk sarat muatan tebu terguling di Jl Mayjen Sungkono, Kedungkandang, sekitar pukul 14.00. Tergulingnya truk itu dipastikan bukan karena muatan melebihi batas, tapi karena ambles.

“Roda belakang sebelah kanan ambles hingga terguling dan nyaris masuk sungai yang ada di sebelah barat jalan,” kata Arifin, sopir truk N 8373 UG yang bermuatan tebu itu.

Amblesnya jalan itu dimungkinkan karena tanah di pinggir aspal keropos dalamnya akibat tergerus air hujan dari bahu jalan. Ketika truk diparkir di pinggir jalan, sama sekali tidak terjadi apa-apa. Namun begitu jalan satu meter, roda belakang kanan ambles. Karena kehilangan keseimbangan, truk pun terguling.

Muatan tebu pun berhamburan. Sekitar 30 menit kemudian, dengan dibantu warga sekitar, Arifin dan rekan-rekannya berhasil mengembalikan truk pada posisi semula dengan cara menarik dengan tali.

Kejadian amblesnya jalan itu pun perlu dijadikan pelajaran pengguna jalan. Dari catatan koran ini, ada beberapa jalan yang patut diwaspadai rawan ambles. Terutama jalan yang berada di pinggir sungai atau persawahan. Di antaranya, sepanjang Jl Mayjen Sungkono, Jl Bendungan Sutami, Jl Bendungan Sigura-gura, dan Jl Sunandar Priyo Sudarmo.

Selain jalan ambles, longsor juga tetap mengancam masyarakat Kota Malang. Terutama di titik-titik rawan longsor. Kabid Linmas Bakesbanglinmas Kota Malang Dewi Maria mengatakan, di kota pendidikan ini setidaknya ada 14 kelurahan yang masuk rawan longsor. Di 14 kelurahan itu, ada sedikitnya 30 titik rawan.

Wilayah-wilayah tersebut sebagian besar berada di tepi sungai. Baik Sungai Brantas, Sungai Sukun, Sungai Amprong, maupun Sungai Bango. Saat air hujan meluap, muncul ancaman yang membahayakan rumah dan penduduk setempat. “Identifikasi ini berdasarkan pengalaman tahun lalu plus laporan masyarakat. Makanya kami kembali mengingatkan mereka,” katanya.

Menurutnya, di Kota Malang ini, struktur sungainya berada di bawah. Sedangkan bangunan berada di atasnya. Kalau terus-terusan tergerus, maka longsor bukan tidak mungkin akan terjadi. Semakin lama, ancaman itu semakin bertambah. Sebab dari tahun ke tahun gerusan semakin dalam.

Berapa rumah yang ada di daerah rawan tersebut? Maria mengatakan, di tiap-tiap titik ada lebih dari 10 rumah. Karena di 14 kelurahan ada lebih dari dua titik, maka diperkirakan ada ratusan rumah dan bangunan yang terancam.

Bentuk antisipasi lain, masing-masing kelurahan sudah diinstruksikan mencari lokasi tanah lapang guna keperluan evakuasi kalau ada bencana. Selain itu, personel linmas kelurahan juga diminta siaga secara bergilir. Dan terakhir, kontak atau koordinasi antara kelurahan dengan pemkot diintensifkan.

Sementara itu, Kadis Pertamanan Mardjono juga kembali mengingatkan warga untuk segera melapor ketika ada pohon tumbang. Telepon 716 546 akan dijaga petugas selama 24 jam untuk kecepatan antisipasi pohon tumbang. Sebagai langkah preventif, pihaknya telah melakukan pemangkasan ranting dan cabang pohon yang terlalu rimbun. Dikhawatirkan ketika hujan deras, cabang pohon itu patah tidak kuat menahan beban air.

Terkait rawan genangan, dari pantauan Radar beberapa lokasi genangan masih relatif sama seperti tahun lalu. Antara lain di perempatan ITN, pertigaan Jalan Simpang Gajayana, Jalan Soekarno Hatta, Kedawung, dan Bandulan. Genangan yang sudah teratasi, antara lain di Jalan Danau Sentani Raya, Jalan Pasar Besar, Jalan Kawi, Jalan Raya Sumbersari.(jawapos)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: