YLKI: Masyarakat Miskin Jangan Dijual

Pelayanan asuransi kesehatan untuk masyarakat miskin (Askeskin) disorot tajam Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Indah Sukmaningsih. Dari penemuannya, banyak celah sistem Askeskin yang justru menjadikan masyarakat miskin tereksploitasi.

Beberapa contoh riil itu seperti tidak dilakukan penetapan daftar penduduk miskin secara formal oleh pemda setelah verifikasi. Sehingga memunculkan penerima Askeskin bisa berubah setiap saat dan rawan disisipi orang yang tidak berhak mendapatkan bantuan. Selain itu, proses mengurus kartu gakin (keluarga miskin) sebagai syarat mendapatkan pelayanan Askeskin berbelit-belit.

Celah lain yang menjadikan warga miskin dijadikan objek adalah tidak tertibnya petugas sehingga masyarakat yang tidak miskin bisa memiliki kartu gakin. Fakta lagi yang muncul adalah praktik jual beli SKTM (surat keterangan tidak mampu).

“Bicara itu (pelayanan Askeskin, Red) benar-benar membuat adrenalin meningkat. Dalam kacamata saya, orang miskin itu hanya ada dua pilihan. Jual diri atau dijual orang, dalam hal ini dijual PT Askes (pengelola Askeskin),” tandas Indah di hadapan peserta seminar nasional Sehat Tanpa Syarat untuk Rakyat: Mencari Solusi Alternatif Pembiayaan Kesehatan yang Berkeadilan.

Acara ini diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unibraw di Gedung Widyaloka Unibraw kemarin. Selain ketua YLKI, hadir pula Kepala Bidang JK-PBI PT Askes Regional VII Jatim dr Agus Purwono dan Direktur RSSA Malang dr Pawik Supriadi SpJK.

Bagaimana solusinya? Indah mengatakan, agar mencapai sasaran, pemerintah harus terus mengontrol pelayanan Askeskin. Termasuk penguatan fungsi pengawasan dan verifikasi. Pengawasan hendaknya melibatkan stakeholders. Tak terkecuali partisipasi publik dengan mekanisme monitoring, audit, dan pengaduan.

Sistem audit, lanjut Indah, tidak hanya keuangan. Tapi juga audit proses sosialisasi, pendataan, mekanisme dan distribusi pembagian kartu, serta pelayanan kesehatan yang diberikan. “Perlunya saluran pengaduan masyarakat sebagai feed back untuk peningkatan kualitas pelayanan,” katanya.

Dikatakan Indah, pasien miskin berhak dihormati dan diberi pelayanan maksimal. Maka, pekerja medis RS pun harus mampu berempati terhadap kaum miskin yang kepercayaan dirinya tidak setinggi kalangan orang mampu. Diharapkan juga, pekerja medis bersikap terbuka dan berinisiatif memberi informasi lengkap tentang pelayanan kesehatan bagi kaum miskin ini. (jawapos)

3 Tanggapan

  1. Salam Utas Awij, mo nanya nih, almatnya ylkh d malang dmana ya? Aq mo curhat nih? Bs g ? Tlg ya?

  2. alamat YLKH di MAlang di mana?

  3. Alamat ylki malang dimana..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: