Dra Fatchiyah MKes PhD, Kurangi Pencurian HAKI

Malang
– Menghindari maraknya pencurian Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) bangsa Indonesia oleh negara lain, Universitas Brawijaya (Unibraw) mulai melakukan proteksi. Caranya mendirikan Laboratorium Sentral yang berstandar internasional dan menjalin kerja sama dengan para peneliti luar negeri untuk melakukan riset bersama.

Langkah ini menurut Direktur Laboratorium Sentral Unibraw, Dra Fatchiyah MKes PhD, akan memperkecil terjadinya pengambil-alihan hak paten oleh peneliti luar negeri yang melakukan riset terhadap komoditas kekayaan alam Indonesia. Sehingga kasus hilangnya berbagai paten yang berasal dari Sumber Daya Alam (SDA) bisa dikurangi.

“Biasanya pencurian itu terjadi saat peneliti membawa sampel penelitian ke negara mereka untuk diteliti lebih lanjut dan akhirnya dipatenkan di sana. Penyebabnya, karena di Indonesia belum ada peralatan laboratorium yang lengkap,” beber Fatchiyah, seusai penandatanganan kerja sama dalam kolaborasi penelitian dengan Jepang, Senin (19/11).

Kerja sama dalam penelitian bersama ini nantinya diyakini Unibraw mampu membendung arus pencurian paten yang terus terjadi di tanah air. Terlebih lagi saat ini para ilmuwan dari Jepang sedang getol melakukan penelitian terhadap berbagai SDA yang ada di daerah tropis seperti Indonesia, Myanmar dan Malaysia.
“Kolaborasi dalam bidang biologi molekuler ini nantinya akan menguntungkan peneliti lokal, karena bisa mempelajari perkembangan dunia biologi molekuler yang cukup rumit,” papar dosen Unibraw itu.
Program kolaborasi penelitian akan diarahkan untuk berbagai jenis bidang keilmuan mulai dari bidang kesehatan, seperti kloning organ vital manusia hingga pengembangan tanaman transgenik. Hasil akhirnya nanti akan disumbangkan untuk pengembangan kesehatan dan pertanian di tanah air.

“Di laboratorium sentral ini nanti kami akan meneliti berbagai dampak kesehatan dan lingkungan yang ditimbulkan oleh tanaman transgenik,” jelasnya.
Rektor Unibraw Prof Dr Yogi Sugito, yang melakukan penandatangan MoU dengan para peneliti Jepang mengatakan, agar menarik minat peneliti asing menggelar penelitian di Unibraw telah disediakan beberapa alat penelitian.
Di antaranya ada Confocal Laser dan Scanning Microscope yang jumlahnya hanya ada dua di tanah air. “Saya optimistis ini akan membuat peneliti dari Malang akan lebih terpacu melakukan penelitian yang lebih baik lagi dibanding orang luar negeri,” tandasnya.(surya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: