Dewan Ditelikung Tak Diberitahu Pengadaan Sepatu Senilai Rp 3 M

Malang -Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Malang mencak-mencak karena merasa ditelikung pihak eksekutif terkait pengadaan 23.000 pasang sepatu yang menelan anggaran Rp 3 miliar. Pengadaan sepatu itu rencananya diperuntukkan bagi PNS, honorer dan tenaga kontrak.

Kalangan DPRD Kabupaten Malang merasa ditelikung eksekutif terkait proyek pengadaan sepatu untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), honorer dan kontrak Pemkab Malang tahun 2007. Alasannya, proyek yang dianggarkan pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2007 sebesar Rp 3 miliar itu tanpa izin dewan, khususnya tim panitia anggaran (panggar).

“Kami nggak tahu kalau ada pengadaan sepatu tahun ini untuk PNS. Sebagai anggota panggar, semestinya kami tahu,” kata Sugeng Pujianto, Ketua FPDIP, Kamis (22/11).
Karena merasa ditelikung eksekutif, anggota Komisi D ini akan mengeceknya, melalui pos mana pengadaan sepatu dinas harian tersebut. Yang jelas, lanjut dia, selama rapat panggar menjelang PAK, tak terdengar ada pengajuan dari eksekutif terkait dana pengadaan sepatu tersebut, apalagi dananya sangat besar.

“Kalau proyek itu terealisasi, maka harus jelas dulu posnya. Selain itu, pengadaan sepatu harus jelas, mulai proses tender sampai pemenang tendernya,” terang anggota dewan asal Kecamatan Dampit ini.
Hal senada dikatakan Ridlwan, anggota dewan dari PPP. Ia mengaku tak tahu sama sekali tentang proyek pengadaan sepatu yang akan dibagikan kepada semua PNS di Pemkab Malang tersebut.
Namun demikian, lelaki yang punya pondok pesantren ini tak akan tinggal diam terkait program yang menelan dana Rp 3 miliar itu. Dalam waktu dekat ini, dia akan menanyakan masalah itu kepada eksekutif.

“Program itu sangat bagus karena bisa membantu kinerja PNS. Namun demikian, proses pengadaan sepatu itu harus jelas dulu posnya, jangan asal membuat program saja, tanpa izin dewan” terang anggota Komisi D ini.

Pantuan Surya, Kamis (22/11) siang, sejumlah PNS Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Malang di Kecamatan Kepanjen sibuk mengukur sepatu yang sesuai ukuran kakinya karena akan mendapat jatah sepatu dinas. Kiriman sepatu itu dibawa dua PNS dari Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Pemkab Malang yang datang ke Kantor Disnaker dengan membawa sejumlah contoh ukuran sepatu yang akan dibagikan tersebut. “Kami akan mendapat jatah sepatu dinas.

Semua PNS disuruh mengukur kakinya,” kata Bambang Prijambodo, Kabag TU Disnaker.
Kepala BPKD Pemkab Malang, Willem Petrus Salamena membenarkan kalau tahun ini akan ada pembagian sepatu untuk 23.000 pegawai di Pemkab Malang, mulai PNS, tenaga kontrak sampai sukwan. Pengadaan sepatu itu dianggarkan melalui PAK 2007 senilai Rp 3 miliar. “Itu sudah seizin dewan. Eksekutif tak akan berani tanpa izin dewan,” jelasnya.(surya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: