2008, Rusunawa Dua Tower Dibangun

MALANG – Tiga kompleks rumah susun sewa (rusunawa) twin block (dua tower) bakal dibangun di tiga lokasi di Kota Malang pada 2008 mendatang. Ketiga lokasi itu adalah belakang kampus UMM (Kelurahan Tunggulwulung), Kelurahan Ciptomulyo, dan Kelurahan Tlogowaru sekitar area Poltek IT.

Kabag Humas Jarot Edy Sulistyono menerangkan, rusunawa di belakang UMM diperuntukkan bagi mahasiswa. Sama dengan rusunawa yang bakal dibangun di kompleks Poltek IT di Tlogowaru. Perkiraannya, setiap blok ada empat lantai. Masing-masing lantai diperkirakan ada 10 ruangan.

“Dengan dibangunnya rusunawa itu, maka mahasiswa diharapkan bisa memanfaatkannya. Kalau efektif, bisa terus ditambah,” ungkap Jarot.

Sedang rusunawa di Ciptomulyo lebih khusus. Rusunawa ini diperuntukkan bagi pekerja pabrik. Di Kelurahan Ciptomulyo, banyak berdiri pabrik-pabrik. Diharapkan para pekerja itu bisa menyewa rusun sebagai pengganti kamar kos. “Pemilihan Ciptomulyo karena ada rekomendasi dari tim Urban Renewal Departemen PU yang saat ini tengah melakukan survei,” jelasnya.

Jarot menerangkan, pembangunan rusunawa itu merupakan kerjasama antara Pemkot Malang, Universitas Muhamadiyah Malang, dan pemerintah pusat. Dana untuk pembangunan rusunawa di Kelurahan Ciptomulyo adalah bantuan Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum. Sedangkan rusunawa di belakang UMM dan di Kelurahan Tlogowaru bantuan dari Menpera. “Pemkot dan UMM menyediakan lahan untuk pembangunan rusunawa itu. Masing-masing tower sekitar Rp 10 miliar,” ungkap mantan Kabid Fisik dan Prasarana Bappeko ini.

Jarot menerangkan, Menpera punya program 1.000 tower yang harus direalisasikan. Karena belum banyak daerah yang bisa menggaet dana pusat itu, Pemkot Malang merasa punya kesempatan. Oleh karena itu di sisa tahun anggaran 2007 ini, pemkot melalui bappeko rajin melakukan koordinasi dengan departemen terkait untuk merealisasikan proyek tersebut.

Bagaimana dengan manajemen pengelolaan rusunawa? Jarot mengaku pemkot belum menyusun mekanisme pengelolannya. Namun soal pengelolannya akan segera dipikirkan seiring dengan proses pembangunan.

Untuk diketahui, pemkot punya sebuah rusun di Jalan Muharto, tepatnya di kampung Kutobedah. Melihat kondisinya, rusun itu hampir tidak ada sentuhan pengelolaan yang baik. Kesan kumuh, kotor, dan munculnya kerusakan material mewarnai penampilan rusun yang juga bantuan pemerintah pusat itu.

Sementara, Kepala Bappeko Bachtiar Ismail kini tengah berada di Jakarta untuk kepastian realisasi pembangunan tiga rusunawa tersebut. Direncanakan dalam waktu dekat, Menpera bakal berkunjung ke Kota Malang untuk program yang tujuan utamanya memperkecil alih lahan produktif itu.(jawapos)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: