Melihat Ruang Perawatan Super Khusus di RSSA Malang

Miliki Pintu Rahasia jika Situasi Berbahaya

Dari tiga ruang VVIP yang dimiliki RSSA Malang, ada satu kamar yang termasuk kamar super istimewa. Dikatakan super karena kamar ini hanya bisa dipakai orang-orang tertentu dan khusus. Karena sebenarnya kamar ini dipersiapkan untuk presiden dan wakil presiden jika mengalami sesuatu saat berkunjung ke Malang dan sekitarnya.

Mardi Sampurno

Dari sebanyak 80 kamar di ruang Pavilun Puspa Graha, hanya ada satu ruang perawatan yang super khusus. Namanya Ruang VVIP Tulip. Nomor kamarnya 212.

Ada tiga pintu keluar dalam kamar di lantai II gedung utama RSSA Malang. Banyaknya pintu yang tersedia untuk akses keluar masuk ini bukan tanpa alasan.

Pintu paling utara dikhususkan bagi petugas medis dan para medis. Pintu tengah yang terbuat dari kaca tembus pandang yang dilapisi riben 80 persen, khusus untuk pintu tamu pasien. Nah, pintu ketiga adalah pintu spesial.

Pintu rahasia ini terletak di dalam ruang tamu yang bisa menghubungkan dengan tangga darurat di sebelah barat gedung. Pintu terakhir ini biasa disebut pintu rahasia.

Tata ruang di kamar 212 ini memang didesain lain dari pada yang lain. Karena menggabungkan dua ruangan VVIP menjadi satu ruangan yang terintegrasi. Dua kamar itu adalah nomor 211 dan nomor 212.

Kamar yang dihilangkan adalah kamar 211 yang terletak di paling ujung koridor ruang Tulip. Ruang perawatan itu dijadikan kamar pendukung perawatan. Sementara kamar nomor 212 murni dijadikan kamar perawatan pasien.

Kamar VVIP ini didesain memiliki tiga ruangan yang setiap bagiannya dibatasi dengan tembok. Pertama ruang perawatan pasien, ruang penunggu,dan ruang tamu. Bentuk ruangannya berbentuk huruf L.

Di ruangan ini juga tersedia dua kamar mandi. Yakni di ruang perawatan pasien dan ruang penunggu pasien. Sedang ruang tambahan ada ruangan mini kitchen set. Letaknya menyatu dengan ruang tunggu dengan layout membelakangi kamar mandi. Sementara ruang tamu berada di dekat pintu rahasia.

Koordinator Pelayanan Instalasi Rawat Inap Utama dr Santosa Basuki menjelaskan pembagian ruangan dilakukan untuk memberikan kesan privacy pada pasien untuk mempercepat proses pemulihan dari sakit yang diidap. ”Jangan sampai pasien terganggu kedatangan pembesuk yang tak diinginkan,” kata Santosa.

Bagi pembesuk yang hendak berkunjung, terlebih dahulu diseleksi keluarga pasien di ruang tamu. Itulah mengapa ada pemisahan pintu masuk bagi tim medis dan orang yang akan datang menjenguk.

Jika pasien tidak ingin ditemui, penjenguk bisa tidak langsung pulang, tapi bisa ngobrol terlebih dulu di ruang tamu bersama anggota keluarga pasien. Sebaliknya, jika pasien mau dijenguk, maka akan diajak masuk lewat ruang penunggu.

Untuk mendukung kenyamaan ruang tunggu disediakan tempat tidur spring bad yang cukup ditempati dua orang. Selain itu ada TV layar datar 32 inchi yang diletakkan di atas lemari tempat menyimpan pakaian. Di sebelah tempat tidur ada satu set meja dan kursi makan.

Di ruang perawatan, jumlah perabotnya jauh lebih sedikit. Hampir semua perabot yang ada memiliki hubungan dengan kepentingan medis. Untuk mengusir kebosanan si pasien, ada satu TV berwarna ukuran sama diletakkan di sebuah meja. TV ini jadi TV kedua di ruangan khusus ini.

Sementara, di sebelah barat tempat tidur perawatan, ada sofa khusus yang digunakan untuk penunggu. Sofa yang diset bisa untuk tempat tidur ini cukup menampung dua orang.

Desan ruangan ini memang bukan sekadar untuk gagah-gagahan. Tapi sudah melalui riset uji keamanan standar VVIP. Itu karena ruang perawatan ini memang khusus diperuntukkan untuk ruang khusus kepresidenan.

”Karena ruang khusus kepresidenan, maka jika ada kunjungan presiden atau wakil presiden di Malang, maka ruangan harus dikosongkan,” kata Santosa yang pernah ditunjuk menjadi dokter kepresidenan pada 1984-1990 lalu.

Jika saat ada kunjungan presiden ke Malang dan di ruangan ini ada pasiennya, mereka akan dipindah ke kamar VVIP di lantai IV. Karena itu, paspampres biasanya sudah ada di sekitar ruangan ini beberapa hari sebelum ada kunjungan presiden atau wakil presiden. Kalau pun presiden tidak mampir ke ruangan ini, persiapannya juga tetap tak berubah sesuai standar keamanan paspampres.

Soal dokter dan perawat sudah pasti sangat istimewa. Dokter dan perawat pun pilihan. Bahkan khusus perawatnya sudah menjalani pelatihan khusus.

Begitu khususnya ruang perawatan khusus ini, kadang pula ada yang memanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Misalnya, ada yang pernah menawar ruangan ini untuk dijadikan tempat orang yang berpura-pura sakit karena terbelit kasus. Tujuannya sudah bisa ditebak. Bisa sakit di tempat mewah. Untungnya RSSA menerapkan aturan ketat untuk kamar ini. Nah, siapa mau sakit di tempat mewah? (*/war)Radar Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: